Selasa, 09/08/2011 12:34 WIB |
Keputusan yang tidak biasa dalam upaya untuk membersihkan kota dari makanan berbau asing dari kota tersebut telah menyebabkan kebingungan yang tidak bisa dimengerti oleh para pekerja tamu, situs Deutsche Welle melaporkan.
"Pelarangan kebab di sini sama seperti melarang adanya pizza di Paris atau New York," kata seorang anggota konsulat Imigrasi distrik Veneto Abdullah Hezradzhi.
Namun, Walikota Tsitadella Massimo Bitonchi yang merupakan seorang anggota partai anti-imigrasi yang berkuasa, partainya perdana menteri Italia Silvio Berlusconi - mengatakan bahwa "makanan ini (kebab) sudah tentu asing bagi tradisi kami dan esensi nasional kami."(fq/islamnews)