Sao Paulo, di mana umat Islam membuat hanya sebagian kecil dari penduduk kota yang berjumlah 20 juta orang, mengalami sesuatu yang bisa disebut "Ramadanization" selama bulan suci tersebut dengan mengadakan acara berbuka puasa bersama dan kegiatan sosial di masjid.
Karena hanya ada sekelompok kecil Muslim di kota itu, membuat...
mereka lebih sadar Ramadhan dibandingkan mereka yang tinggal di negara-negara mayoritas Muslim. Mereka berkumpul di bawah satu atap untuk acara Ramadan dan bekerja lebih keras untuk merebut semangat Ramadhan dan melakukan perbuatan baik. Muslim mengerahkan upaya besar untuk bisa dilihat dan diakui di Sao Paulo, terutama selama bulan suci ini.
Komunitas Muslim di Brazil mulai mendirikan yayasan yang berpusat di sekitar masjid di negara ini 17 tahun lalu. Yayasan saat ini melakukan kegiatan bersama di bawah atap sebuah organisasi bernama Persatuan Lembaga Islam, yang melaksanakan kegiatan untuk mendakwahkan prinsip Islam untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Ramadhan tahun ini telah membuat komunitas Muslim datang bersama-sama untuk melaksanakan aksi sosial program kesehatan yang dilakukan di wilayah miskin Brasil. Sekitar 200 dokter - beberapa dari mereka Muslim - menjadi relawan di salah satu program tersebut.
Jamel Ali el Bacha dari Persatuan Lembaga Islam, yang dirinya seorang dokter, mengatakan setiap akhir pekan sekitar 15.000 orang yang tinggal di kota-kota kumuh Sao Paolo menerima pemeriksaan kesehatan dari dokter.
Seorang wanita berusia 78 tahun yang tinggal di salah satu kota kumuh, yang telah diperiksa kadar kolesterol nya, mengatakan ini adalah pertama kalinya ia melihat layanan seperti itu.
Penyelenggara pelayanan sukarela merencanakan aksi sosial ini sampai ke detail terkecil. Rumah sakit tuka erbdidirikan untuk satu hari di mana anak-anak sa bdirawat, permen diberikan dan kawasan itu disediakan arena bermain secara gratis.
Salah satu dokter relawan dalam program ini mengatakan setelah ia mengambil bagian dalam proyek ini, ia telah menemukan Islam bukan "agama teroris". "Saya mulai melihat keindahannya," tambahnya.
Sebuah poster memberikan informasi tentang Islam digantung di setiap tenda yang dibangun sebagai bagian dari rumah sakit terbuka, dengan satu tenda yang telah diatur terutama bagi orang-orang yang ingin tahu tentang agama Islam. Buku-buku tentang pandangan Islam tentang Yesus dalam bahasa Portugis juga tersedia untuk pengunjung. Semuanya berlangsung dengan perawatan maksimum dan dengan cinta dan dengan keikhlasan.
Makanan berbuka puasa juga disediakan oleh masyarakat Muslim di masjid-masjid di Sao Paulo, di mana beberapa masjid menyediakn iftar setiap malam dan beberapa masjid lainnya hanya menyediakan iftar selama seminggu.
Mengunjungi masjid, acara buka puasa bersama dan melakukan shalat tarawih adalah kegiatan eksklusif untuk keluarga Muslim di kota itu selama bulan suci Ramadhan. Karena sulit untuk menemukan makanan yang dapat dimakan oleh umat Islam di Sao Paolo, iftar di masjid-masjid menawarkan kesempatan yang baik bagi mereka yang mencari tempat yang terbaik untuk berbuka puasa.(fq/cihan)