"Secara umum Islamofobia telah menjadi salah satu isu besar. Kita melihat lebih banyak orang yang berbicara tentang bahaya yang disebut Islam," kata koordinator organisasi anti-rasis NEVER AGAIN, Rafal Pankowski. Dia mengaitkan dengan munculnya fenomena Islamofobia di negaranya untuk situasi global, terutama untuk peran Polandia dalam perang di Afghanistan dan Irak.
Pankowski mengatakan Muslim di Polandia telah berulang kali menjadi sasaran serangan rasial, terutama sejak 11 September, 2011. Dia menambahkan pengungsi Chechnya di Polandia juga telah menjadi korban kejahatan anti-Islam. Pankowski menekankan bahwa media Polandia tidak selalu memberitakan adanya serangan Islamofobia terhadap Muslim. Dia mengatakan lebih dari 50 orang telah meninggal sebagai akibat dari serangan rasial di Polandia sejak awal tahun 90-an.{Artikel tentang:Aktivis HAM Peringatkan Bangkitnya Islamofobia di Polandia}
Pankowski juga menekankan ada segmen utama dalam Gereja Katolik Polandia yang "sangat memusuhi umat Muslim". "Radio Maria yang merupakan stasiun radio (Katolik) tetapi juga sebuah gerakan sosial yang besar, adalah gerakan anti warga asing. Mereka berbicara sangat menentang Islam," kata Pankowski.
Aktivis HAM itu mengatakan sayap kanan-Polandia dipengaruhi atau mencoba untuk menyalin retorika anti-Islam di beberapa negara Eropa lainnya. Pankowski mengatakan masalah migrasi muslim ke Polandia saat ini dieksploitasi secara politik oleh kelompok sayap kanan. Dia menambahkan bahwa rencana untuk pembangunan masjid di Warsawa telah digunakan "untuk memobilisasi" menentang keberadaan Muslim di Polandia. (fq/irna)