Kelompok-kelompok Islam Mesir terbagi atas partisipasi dalam demontsrasi yang direncanakan berlangsung pada 9 September mendatang yang diselenggarakan oleh sejumlah organisasi politik untuk memprotes penuntutan warga sipil di pengadilan militer.
Front salafi sendiri telah mengatakan tidak akan ikut berpartisipasi, kelompok-kelompok Islam lainnya, termasuk Partai Kebebasan dan Keadilan, Partai Konstruksi dan Pembangunan, Partai Nour, Partai Ashalah dan Partai Nahdah, mengatakan mereka akan mengambil keputusan akhir mereka setelah libur Idul Fitri.
Khalid Said, juru bicara Front Salafi, mengatakan kelompok mereka tidak akan mengambil bagian karena beberapa tuntutan yang akan disuarakan selama aksi protes tersebut tidak merupakan koncesus antara kekuatan-kekuatan politik, seperti menunda pemilihan parlemen, yang dijadwalkan berlangsung November, dan transfer langsung pemerintahan untuk sebuah pemerintahan sipil.
Tapi Said mengatakan, kelompok mereka akan melanjutkan aksi protes terhadap pembunuhan tentara Mesir di perbatasan oleh serangan Israel pada Agustus lalu. Dia menambahkan bahwa setelah krisis saat ini dengan Israel bisa diatasi, kelompok mereka akan melanjutkan kampanye melawan prinsip supra-konstitusional yang diusulkan oleh partai-partai liberal.
Kelompok-kelompok Islam mengancam akan mengambil semua tindakan hukum dan politik yang mungkin dilakukan atas keputusan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) yang menyetujui deklarasi konstitusi baru berdasarkan prinsip-prinsip yang diusulkan oleh kekuatan sekuler dan liberal.
Adel Afify, ketua Partai Nahdah, mengatakan partainya akan mengadopsi segala cara yang mungkin, termasuk aksi protes. Ia mengatakan perdebatan tentang dokumen konstitusional dan identitas Mesir sebagai negara sipil harus segera dihentikan.(fq/amay)