Seorang pemimpin faksi perlawanan Muslim Filipina yang telah dikaitkan dengan jaringan al-Qaidah, dilaporkan telah jatuh sakit, meningkatkan keraguan tentang masa depan kelompok bersenjata tersebut di Filipina selatan, pejabat militer dan mantan rekan-rekannya melaporkan hari Minggu kemarin (27/11).
Ameril Umbra Kato, berusia 60 tahun, jatuh tak sadarkan diri sekitar dua menit hari minggu lalu saat berstirahat di dekat benteng hutannya di provinsi Maguindanao, kata Abu Misri Mammah, juru bicara untuk kelompok Kato, Front Pembebasan Muslim Bangsamoro/Bangsamoro Islamic Freedom Front (BIFF).
Kato kemudian dibawa ke dokter dan sekarang sudah sembuh, namun belum terlihat oleh rekan-rekannya sejak ia jatuh sakit, kata Mammah kepada Associated Press.{Artikel Tentang:Pimpinan Front Pembebasan Islam Bangsamoro Dilaporkan Alami Stroke}
Pejabat militer dan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), kelompok perlawanan Muslim terbesar negara itu, mengatakan mereka secara terpisah menerima informasi bahwa Kato menderita stroke, menyebabkan dia lumpuh sebagian. Ada juga laporan bahwa Kato telah meninggal, tetapi mereka mengatakan informasi ini tidak dapat diverifikasi.
Juru bicara militer Filipinan Kolonel Leopoldo Galon mengatakan kelompok Kato tidak memiliki pemimpin yang kuat yang lain sehingga sakitnya Kato dapat melemahkan dan memecah Front Pembebasan Islam Bangsamoro. Juru bicara Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Von Al Haq mengatakan beberapa anak buah Kato mungkin kembali ke MILF.{Artikel Tentang:Pimpinan Front Pembebasan Islam Bangsamoro Dilaporkan Alami Stroke}
Kato dan sekitar 200 pengikut bersenjatanya memisahkan diri dari MILF tahun ini, mengatakan bahwa pembicaraan perdamaian dengan pemerintah telah menyalahi perjuangan. Kato mengatakan kelompoknya akan terus berjuang untuk negara merdeka bagi minoritas Muslim di Filipina selatan.
Kato dan dua komandan perlawanan lainnya dicari oleh pihak berwenang Filipina atas tuduhan memimpin serangan mematikan terhadap komunitas Kristen setelah pembicaraan damai kelompok Moro utama dengan pemerintah runtuh pada tahun 2008 lalu. (fq/ap)